Pengembangan Aplikasi
1.
Metode Waterfall
Metode Waterfall adalah suatu proses
pengembangan perangkat lunak berurutan, di mana kemajuan dipandangsebagai terus
mengalir ke bawah (seperti air terjun) melewati fase-fase perencanaan,
pemodelan, implementasi(konstruksi), dan pengujian. (Sandra, 2015)
Tahapan
Mode Waterfall
1.)
Requirement
(analisis kebutuhan)
Dalam
langakah ini merupakan analisa terhadap kebutuhan sistem. Pengumpulan data
dalam tahap ini bisa melakukan sebuah penelitian, wawancara atau study literature
2.)
Design
System (design sistem)
Proses
design akan menterjemahkan syarat kebutuhan kesebuah perancangan perangkat
lunak yang dapat diperkirakan sebelum dibuat koding. Proses ini berfokus pada :
struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi interface, dan detail
(algoritma) prosedural.
3.)
Coding
& Testing (penulisan sinkode program / implemention)
Coding
merupakan penerjemahan design dalam bahasa yang bisa dikenali oleh
komputer.Dilakukan oleh programmer yang akan meterjemahkan transaksi yang
diminta oleh user.
4.)
Penerapan
/ Pengujian Program (Integration & Testing)
Tahapan
ini bisa dikatakan final dalam pembuatan
sebuah sistem. Setelah melakukan analisa, design dan pengkodean maka
sistem yang sudah jadikan digunakan oleh user.
5.)
Pemeliharaan
(Operation & Maintenance)
Perangkat
lunak yang susah disampaikan kepada pelanggan pasti akan mengalami perubahan.
Perubahan tersebut bisa karena mengalami kesalahan karena perangkat lunak harus
menyesuaikan dengan lingkungan (periperal atau system operasi baru) baru, atau
karena pelanggan membutuhkan perkembangan fungsional. (Setiawan, 2013)
2.
Metode Prototyping
Prototyping pada dasarnya pengembangan
dari model waterfall, prototyping melakukan tahap ADCT secara cepat dan
kualitas aplikasi diperoleh dengan menjalankan aktivitas secara berulang
mengarah pada perbaikan. (Dhidhi Pambudi, 2014)
Proses Pembuatan Prototipe
1.)
Analisis
Kebutuhan Sistem
Analisis
kebutuhan sistem harus mendefinisikan kebutuhan sistem yang spesifik antara
lain :
·
Masukan
yang diperlukan sistem (input)
·
Keluaran
yang dihasilkan (output)
·
Operasi-operasi
yang dilakukan (proses)
·
Sumber
data yang ditangani
·
Pengendalian
(kontrol)
2.)
Desain
Sistem
Analisis
sistem (system analysis) mendeskripsikan apa yang harus dilakukan sistem untuk
memenuhi kebutuhan informasi pemakai. Desain sistem (system design) menentukan bagaimana sistem
akan memenuhi tujuan tersebut.
3.)
Pengujian
Sistem
Paket
software prototipe diuji, diimplementasikan, dievaluasi dan dimodifikasi
berulang-ulang hingga dapat diterima pemakainya. Pengujian sistem bertujuan
menemukan kesalahan-kesalahan yang terjadi pada sistem dan melakukan revisi
sistem.
4.)
Implementasi
Setelah
prototipe diterima maka pada tahap ini merupakan implementasi sistem yang siap
dioperasikan dan selanjutnya terjadi proses pembelajaran terhadap sistem baru
dan membandingkannya dengan sistem lama, evaluasi secara teknis dan operasional
serta interaksi pengguna, sistem dan
teknologi informasi. (Metode Prototyping Dalam Pengembangan Sistem
Informasi)
Daftar Pustaka
Dhidhi
Pambudi, D. M. (2014). In Pemrograman Dasar (p. 159). Jakarta: Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan.
Metode Prototyping Dalam Pengembangan Sistem Informasi. (n.d.). Retrieved
Januari 20, 2017, from Berbagi Bersama...:
http://abhique.blogspot.co.id/2012/11/metode-prototyping-dalam-pengembangan.html
Sandra, S. (2015, September 4). Pengembangan Aplikasi
dengan Metode Waterfall dan Prototyping. Retrieved Januari 20, 2017, from
saputrasandra04:
https://saputrasandra04.wordpress.com/2015/09/04/pengembangan-aplikasi-dengan-metode-waterfall-dan-prototyping/
Setiawan, A. (2013, Oktober 19). Metodologi Pengembangan
Waterfall. Retrieved Januari 20, 2017, from Mbah Second: http://mbahsecond.blogspot.co.id/2013/10/metodologi-pengembangan-waterfall.html
Profil
:
Nama : Silvia Amanda Putri
Sekolah : SMK Islam 1 Blitar
Motto : Berbuat yang terbaik itu lebih
penting daripada menjadi yang terbaik.





0 komentar:
Posting Komentar